Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Apa Itu Penyakit Kuning?
Penyakit kuning merupakan kondisi yang umum dan biasanya tidak berbahaya. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi tinggi. Bilirubin adalah zat berwarna kuning jingga yang dihasilkan selama proses pemecahan sel darah merah secara normal. Penyakit kuning biasanya mudah dikenali dari perubahan warna kulit bayi, bagian putih mata, dan selaput lendir di dalam mulut menjadi kekuningan.
Penyakit kuning (ikterus fisiologis) umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Gejala Penyakit Kuning
Gejala umum penyakit kuning meliputi:
- Perubahan warna kulit, bagian putih mata (sklera), dan selaput lendir menjadi kekuningan.
- Telapak tangan atau telapak kaki tampak kekuningan.
- Urine berwarna kuning tua.
- Tinja berwarna pucat.
Bagaimana Penyakit Kuning Ditangani?
Jika kadar bilirubin bayi tinggi, bayi perlu dirawat di rumah sakit untuk menjalani fototerapi. Prosedur ini dilakukan dengan meletakkan bayi tanpa pakaian di bawah lampu khusus.
Fototerapi membantu menurunkan kadar bilirubin. Ambang kadar bilirubin untuk memulai pengobatan jauh lebih rendah daripada kadar yang dapat menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan otak. Penanganan ini dapat membantu mencegah dampak berbahaya akibat penyakit kuning.
Mitos seputar Penyakit Kuning
Menjemur bayi di bawah sinar matahari tidak disarankan. Cara ini tidak efektif untuk menurunkan kadar penyakit kuning. Bayi yang baru lahir sebaiknya tidak diletakkan di bawah sinar matahari langsung karena berisiko mengalami kepanasan atau kulit terbakar sinar matahari.
Terkadang, bayi baru lahir yang hanya mendapatkan ASI bisa mengalami penyakit kuning yang berkepanjangan, namun hal ini bukanlah alasan untuk menghentikan pemberian ASI atau memberikan tambahan air putih.
Justru, ibu disarankan untuk menyusui bayi baru lahir setidaknya delapan hingga 12 kali sehari selama beberapa hari pertama, guna membantu produksi ASI yang cukup sekaligus menjaga kadar bilirubin bayi tetap rendah.
Pada sebagian besar kasus, penyakit kuning pada bayi baru lahir tergolong ringan dan tidak berbahaya, serta akan hilang dalam waktu paling lama beberapa minggu. Namun, pada beberapa bayi, kadar bilirubin bisa menjadi sangat tinggi, yang berpotensi menyebabkan kerusakan otak.
Bayi baru lahir harus diperiksa dengan saksama untuk mendeteksi adanya penyakit kuning saat berusia beberapa hari, dan penanganan perlu diberikan guna mencegah kadar bilirubin yang terlalu tinggi.