Apa Itu Asma pada Anak-anak?

Asma pada anak-anak, yang juga dikenal sebagai asma bronkial, adalah kondisi peradangan kronis ketika saluran udara membengkak dan menyempit serta dapat menghasilkan lendir berlebih. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas serta menimbulkan batuk, mengi, dan sesak napas. Asma memengaruhi sekitar satu dari lima anak di Singapura.

Saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan asma. Namun, dengan pemeriksaan rutin dan rencana perawatan yang baik, gejala dapat dikendalikan dengan baik sehingga penderita asma dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik. Pada banyak anak, gejala membaik seiring bertambahnya usia. Karena frekuensi dan tingkat keparahan gejala dapat berubah seiring waktu, penting untuk bekerja sama dengan dokter anak Anda untuk memantau kondisinya dan menyesuaikan pengobatan bila diperlukan.

Apa Saja Gejala Asma pada Anak-anak?

Gejala asma berbeda-beda pada setiap anak dan dapat hilang timbul. Gejala yang umum meliputi:

  • Batuk berulang, terutama pada malam hari, saat atau setelah berolahraga
  • Mengi
  • Sesak napas
  • Dada terasa sesak atau tidak nyaman
  • Kesulitan mengikuti aktivitas fisik

Anak-anak yang lebih kecil mungkin tidak dapat menjelaskan kesulitan bernapas yang mereka alami. Sebaliknya, mereka mungkin terlihat sangat lelah atau mudah marah, menjadi kurang aktif, atau mengalami kesulitan saat menyusu atau makan.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Asma?

Asma pada anak-anak biasanya berkembang akibat kombinasi kerentanan genetik dan paparan lingkungan. Seorang anak mungkin lebih berisiko mengalami asma jika memiliki:

  • Orang tua atau anggota keluarga dekat dengan asma atau alergi
  • Eksim, rinitis alergi, atau alergi makanan
  • Paparan asap rokok atau aerosol rokok elektronik
  • Infeksi pernapasan tertentu pada awal kehidupan

Memiliki faktor-faktor risiko ini tidak berarti seorang anak pasti akan mengalami asma. Asma juga dapat terjadi pada anak-anak yang tidak memiliki faktor risiko tersebut. 

Apa yang Memicu Serangan Asma?

Pemicu asma berbeda pada setiap anak. Pemicu yang umum meliputi:

  • Infeksi virus, seperti pilek biasa
  • Alergen lingkungan, seperti tungau debu, serbuk sari, serpihan kulit hewan, dan jamur
  • Perubahan suhu atau kelembapan
  • Iritan di udara, termasuk polutan lalu lintas, asap rokok, dan kabut asap
  • Olahraga, terutama pada anak-anak dengan asma yang tidak terkontrol
  • Obat-obatan tertentu seperti pereda nyeri, contohnya aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Emosi yang kuat dan stres

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter jika anak Anda:

  • Mengalami batuk berulang, mengi, atau sesak napas
  • Sering batuk pada malam hari atau saat berolahraga
  • Tidak dapat bermain atau berolahraga dengan nyaman
  • Secara rutin memerlukan inhaler pelega
  • Terbangun pada malam hari akibat gejala asma
  • Memiliki gejala yang tidak membaik meskipun telah mengikuti rencana tindakan asmanya

Pemeriksaan rutin juga penting karena gejala asma dan kebutuhan pengobatan dapat berubah seiring pertumbuhan anak.

Kapan Serangan Asma Menjadi Kondisi Darurat?

Segera hubungi 995 untuk ambulans jika anak Anda:

  • Mengalami kesulitan bernapas yang berat atau memburuk dengan cepat
  • Tidak dapat berbicara dalam kalimat lengkap
  • Tidak dapat minum atau menyusu karena sesak napas
  • Memiliki bibir atau kulit yang tampak biru atau abu-abu
  • Menjadi sangat lelah, mengantuk, bingung, atau sulit dibangunkan
  • Tidak membaik setelah menggunakan obat pelega sesuai petunjuk dalam rencana tindakan asmanya

Tetap ikuti rencana tindakan asma anak Anda sambil menunggu bantuan medis.

Bagaimana Asma Didiagnosis pada Anak-anak?

Beberapa kondisi pada anak-anak memiliki gejala yang serupa. Oleh karena itu, penting untuk memastikan diagnosis asma bronkial sebelum memulai pengobatan jika memungkinkan.

Pemeriksaan berikut dapat membantu dalam evaluasi dan memastikan diagnosis asma:

  • Tes fungsi paru-paru: Mengukur aliran udara dan perubahannya setelah menggunakan inhaler.
  • Tes nitric oxide ekshalasi: Mengukur tanda-tanda peradangan alergi pada saluran udara.
  • Tes alergi: Mengidentifikasi alergen yang mungkin memicu gejala asma.
  • Tes olahraga: Menilai gejala asma yang terjadi saat melakukan aktivitas fisik.
  • Rontgen dada: Dapat membantu menyingkirkan kondisi lain, tetapi tidak rutin diperlukan untuk mendiagnosis asma.

Bagaimana Asma pada Anak-anak Diobati?

Pengobatan biasanya melibatkan pembelajaran untuk mengenali pemicu, mengambil langkah untuk menghindarinya, dan memantau gejala untuk memastikan obat asma harian dapat menjaga gejala tetap terkendali.

Ada dua jenis utama obat asma:

Obat Pencegah

Obat pencegah bekerja secara bertahap untuk mengendalikan peradangan dan membuat saluran udara kurang sensitif terhadap pemicu. Gunakan obat atau inhaler ini setiap hari sesuai resep dan jangan menghentikannya kecuali dokter menyarankan Anda untuk melakukannya. Penggunaan secara teratur penting untuk menjaga asma tetap terkendali. Contohnya meliputi kortikosteroid inhalasi, inhaler kombinasi, dan antagonis reseptor leukotrien.

Obat Pereda

Obat pereda bekerja cepat untuk membuka saluran udara dan memberikan kelegaan cepat terhadap gejala asma. Gunakan hanya bila diperlukan untuk meredakan gejala dengan cepat. Contoh obat pereda meliputi inhaler salbutamol atau inhaler pereda antiinflamasi seperti budesonide-formoterol.

Pertanyaan Umum

Apakah Anak Saya Dapat Sembuh dari Asma Seiring Bertambahnya Usia?

Beberapa anak mengalami gejala yang lebih sedikit seiring bertambahnya usia. Namun, asma dapat menetap atau muncul kembali di kemudian hari, bahkan setelah periode tanpa gejala. Pemeriksaan rutin tetap penting.

Apakah Asma Dapat Disembuhkan?

Saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan asma. Namun, dengan pemeriksaan rutin dan rencana perawatan yang baik, gejala dapat dikendalikan dengan baik sehingga penderita asma dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik. Pada beberapa anak, gejala asma terutama dipicu oleh alergen, misalnya alergi tungau debu rumah atau alergi serbuk sari. Dalam situasi ini, imunoterapi alergen yang diresepkan dapat memberikan kesembuhan sebagian.

Apakah Anak dengan Asma Boleh Berolahraga?

Ya. Anak-anak dengan asma yang terkontrol dengan baik perlu didorong untuk tetap aktif. Batuk, mengi, atau sesak napas saat berolahraga mungkin menandakan bahwa pengobatan perlu ditinjau kembali.

Apa Itu Rencana Tindakan Asma Tertulis?

Rencana tindakan asma tertulis menjelaskan obat apa yang harus digunakan anak Anda setiap hari, apa yang perlu dilakukan saat gejala memburuk, dan kapan harus mencari bantuan medis. Orang tua, pengasuh, dan staf sekolah perlu mengetahui lokasi penyimpanan rencana tersebut dan inhaler.

Apakah Anak Saya Perlu Menggunakan Obat Pencegah Saat Merasa Baik?

Ya. Jika obat pencegah telah diresepkan untuk penggunaan rutin, obat tersebut harus digunakan bahkan ketika anak Anda merasa baik. Obat pencegah membantu menjaga peradangan saluran udara tetap terkendali dan mengurangi risiko gejala serta serangan asma.