EKZEMA PADA ANAK
APA ITU EKZEMA?
Ekzema merupakan masalah kulit yang umum dialami anak-anak, dengan sekitar 1 dari 10 anak mengalaminya.
Ekzema, yang juga dikenal sebagai dermatitis atopik, sering kali mulai muncul pada masa awal bayi. Kondisi ini ditandai dengan kulit kering, kemerahan, dan gatal. Ekzema biasanya merupakan kondisi jangka panjang yang dapat kambuh dari waktu ke waktu dan mereda seiring bertambahnya usia anak.
Jika anak Anda mengalami ekzema, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya serta pilihan pengobatan ekzema yang tersedia bagi anak Anda.
GEJALA EKZEMA
Apa saja gejala ekzema?
- Kulit kering dan gatal merupakan gejala utama.
- Kemerahan, kulit bersisik, serta benjolan yang dapat mengeluarkan cairan atau membentuk kerak.
Gejala dapat kambuh dari waktu ke waktu dan mungkin lebih terasa pada malam hari.
Gejala dermatitis pada bayi, batita, balita, dan anak-anak dapat berbeda-beda.
Apa saja gejala eksim pada bayi?
Pada bayi, eksim muncul sebagai bercak kemerahan dan kering, yang biasanya bermula di kulit kepala dan wajah. Eksim dapat muncul di pipi, dahi, serta di sekitar mulut bayi.
Apa saja gejala eksim pada bayi?
Bayi di bawah usia 1 tahun biasanya mengalami eksim di bagian kepala, kulit kepala, atau pipi. Eksim tersebut juga dapat menyebar ke area lutut dan siku.
Apa saja gejala eksim pada balita?
Pada balita, eksim paling sering ditemukan di area pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, lipatan lutut, siku, serta di sekitar mulut dan kelopak mata. Tampilan eksim dapat bervariasi, tergantung pada jenis eksim yang dialami oleh balita tersebut.
Gejala eksim pada balita antara lain, namun tidak terbatas pada:
- Kulit kering dan gatal
Kulit bersisik dan kasar
Bercak kemerahan dengan bentol-bentol kecil
Apa saja gejala eksim pada anak-anak?
Pada anak-anak yang lebih muda, yaitu di bawah usia 2 tahun, eksim cenderung muncul di area wajah, kulit kepala, leher, dan tubuh. Pada anak yang lebih besar, eksim dapat muncul di lipatan siku dan lutut, serta di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan bokong. Kondisi ini cenderung memburuk saat anak sakit—seperti saat batuk atau pilek—serta saat cuaca panas atau berada di lingkungan yang berdebu.
Pada anak yang lebih besar, ruam biasanya muncul di bagian dalam siku, bagian dalam pergelangan tangan, pergelangan kaki, serta di belakang lutut. Hal ini sering kali menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan bersisik, bahkan bisa menebal dan meninggalkan bekas luka akibat sering digaruk.
BAGAIMANA ORANG TUA DAPAT MEMBANTU ANAK MENGATASI EKZEMA?
Apa yang dapat dilakukan untuk meredakan ekzema pada anak?
Ekzema belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi langkah-langkah berikut dapat membantu meredakan rasa gatal dan mencegah kekambuhan:
- Gunakan pembersih yang lembut dan tidak mengiritasi kulit.
- Oleskan pelembap dalam jumlah yang cukup dan secara rutin pada area kulit yang terdampak.
- Mandikan anak dalam waktu singkat menggunakan air hangat suam-suam kuku, lalu segera oleskan pelembap setelah mandi.
- Jaga kelembapan udara dan suhu di rumah agar tetap nyaman.
Dokter atau dokter anak dapat meresepkan krim berbahan dasar kortikosteroid untuk mengatasi kekambuhan ekzema yang parah.
Bagaimana cara mencegah ekzema pada bayi dan anak-anak?
Meskipun penyebab pasti dermatitis belum diketahui, kekambuhan dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut:
- Cegah anak menggaruk kulit dengan menggunakan sarung tangan khusus pada bayi dan menjaga kuku tetap pendek.
- Hindari penggunaan deterjen dan pembersih yang keras atau dapat mengiritasi kulit.
- Hindari alergen, seperti tungau debu rumah, serta zat lain yang diketahui dapat memperburuk kondisi kulit.
Cara untuk mengurangi tungau debu rumah meliputi:
- Hindari menyimpan mainan berbulu atau boneka mewah.
- Cuci seprai dan perlengkapan tidur setiap minggu menggunakan air hangat bersuhu lebih dari 60°C.
- Bersihkan filter pendingin udara setiap minggu.
Kapan anak perlu dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis terhadap ekzema?
- Jika ekzema anak semakin parah meskipun pelembap telah digunakan secara intensif.
- Jika terdapat tanda-tanda infeksi kulit sekunder, seperti kemerahan dan rasa gatal yang parah, keluarnya cairan berwarna kuning dari kulit, demam, atau pembengkakan di sekitar area yang terdampak.
PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN TENTANG EKSIM
Penyebab pasti eksim belum diketahui. Genetika dan lingkungan seseorang cenderung berperan dalam terjadinya eksim. Ketika sesuatu di luar tubuh memicu sistem kekebalan tubuh, sel-sel kulit tidak bereaksi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan peradangan.
Ada juga kecenderungan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi alergi seperti asma dan rinitis alergi untuk mengalami eksim juga.
Beberapa pemicu umum eksim meliputi:
- Panas dan berkeringat
- Kulit kering
- Iritasi
- Alergen (misalnya debu, alergi makanan)
Eksim tidak dapat disembuhkan. Namun, terdapat berbagai pengobatan yang dapat membantu meredakan gejalanya. Beberapa di antaranya bersifat topikal atau dioleskan pada kulit, seperti pelembap untuk mencegah kulit menjadi kering, atau kortikosteroid (krim atau salep steroid) yang membantu meredakan peradangan pada kulit. Ada pula pengobatan yang dikonsumsi melalui mulut, seperti antihistamin. Sebagian anak dapat sembuh dari eksim seiring bertambahnya usia, biasanya saat menginjak umur 4 tahun. Akan tetapi, ada pula anak yang tetap memiliki kulit kering dan sensitif hingga mereka beranjak dewasa.