Tidur Anak
  1. Jadwal tidur yang konsisten  
    Waktu tidur siang, waktu tidur malam, dan waktu bangun yang teratur untuk menyesuaikan dengan kebutuhan alami anak, aktivitas, dan rutinitas keluarga. Hindari perbedaan jadwal yang terlalu jauh antara hari kerja dan akhir pekan.
  2. Rutinitas waktu tidur yang konsisten  
    Rutinitas waktu tidur yang konsisten namun menyenangkan penting untuk membantu anak beralih dari aktivitas siang hari yang tinggi ke waktu tidur. Rutinitas ini harus menyenangkan agar anak menantikan waktu tidur. Rutinitas dapat mencakup mengganti pakaian dengan piyama, menyikat gigi, membaca cerita sebelum tidur, dan sebagainya. Jadwal aktivitas di siang hari yang teratur (misalnya waktu makan dan bermain) juga membantu menstabilkan jadwal tidur dan bangun.
  3. Hindari kebiasaan yang membuat anak bergantung pada kondisi tertentu untuk mulai tidur  
    Selalu letakkan anak di tempat tidur dalam keadaan masih terjaga tetapi sudah mengantuk, agar mereka belajar menenangkan diri dan tertidur sendiri, baik saat waktu tidur maupun ketika terbangun di malam hari. Hindari kebiasaan yang mengharuskan adanya kondisi tertentu untuk mulai tidur, seperti menyusui, memberikan susu melalui botol, atau mengayun anak hingga tertidur. Benda yang memberikan rasa nyaman, seperti selimut, boneka, atau mainan, dapat membantu anak belajar tidur sendiri dan menenangkan diri.
  4. Hindari pemberian makan pada malam hari setelah usia 6 bulan  
    Pada sebagian besar kasus, pemberian makan pada malam hari tidak diperlukan secara fisiologis setelah usia 6 bulan dan tidak meningkatkan kualitas maupun durasi tidur. Kebutuhan yang terus-menerus untuk makan pada malam hari dapat berkaitan dengan kebiasaan yang membuat anak bergantung pada kondisi tertentu untuk mulai tidur atau rasa lapar yang sudah terbentuk. Pemberian makan malam yang tidak diperlukan juga dapat meningkatkan frekuensi mengompol dan membuat tidur lebih terganggu.
  5. Hindari tidur bersama  
    Tidur bersama orang tua dapat meningkatkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS) dalam kondisi tertentu, seperti jika orang tua merokok atau menggunakan obat-obatan maupun alkohol. Praktik ini juga dikaitkan dengan kematian akibat sesak napas, tetapi dampaknya terhadap perkembangan psikologis dan tumbuh kembang anak masih menjadi perdebatan. Bayi yang tidur bersama orang tua memiliki tidur gelombang lambat yang lebih sedikit dan lebih sering terbangun pada malam hari. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan ketika anak perlu dan sudah waktunya beralih tidur di tempat tidur atau kamar sendiri.
  6. Kamar tidur yang ideal  
    Kamar tidur sebaiknya memiliki suhu yang nyaman, tenang, dan gelap. Lampu tidur dapat digunakan jika anak menginginkannya. Hindari menggunakan kamar tidur sebagai tempat untuk memberi hukuman atau time-out, dan gunakan tempat tidur hanya untuk tidur, bukan untuk aktivitas lain seperti bermain, belajar, membaca, atau mendengarkan musik. Jauhkan televisi, laptop, iPad, dan ponsel pintar dari kamar tidur.
  7. Tidur siang yang sesuai  
    Waktu tidur siang sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak. Hindari tidur siang yang terlalu lama atau terlalu dekat dengan waktu tidur malam.
  8. Pastikan tidur yang cukup   
    Anak harus mendapatkan tidur yang cukup, yaitu jumlah total jam tidur per hari yang sesuai dengan usianya.