Anak mendengkur saat tidur di malam hari

Meskipun mendengkur mungkin terlihat seperti masalah yang hanya dialami orang dewasa, anak-anak juga dapat mendengkur. Hingga 28% anak yang sehat mungkin sesekali mendengkur, sementara 3% hingga 12% mungkin mendengkur secara rutin. Pada sebagian anak, mendengkur secara teratur dapat menjadi tanda adanya masalah pernapasan terkait tidur, seperti obstructive sleep apnoea syndrome (OSAS).

Dalam banyak kasus, mendengkur sesekali bersifat sementara dan dapat terjadi ketika anak sedang pilek, mengalami hidung tersumbat, atau alergi. Namun, mendengkur yang terjadi secara rutin, terutama ketika anak dalam kondisi sehat, perlu mendapat perhatian lebih lanjut. 

Berikut enam hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua:

1. Perhatikan Seberapa Sering Anak Anda Mendengkur

Mendengkur yang hanya terjadi sesekali, misalnya saat anak sedang pilek, dapat mereda setelah anak pulih. Namun, mendengkur yang terjadi secara rutin, termasuk ketika anak dalam kondisi sehat, perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Anda dapat mengamati apakah suara dengkurannya ringan dan stabil atau cukup keras hingga terdengar dari ruangan lain.

2. Perhatikan Apakah Anak Anda Mengalami Hidung Tersumbat

Pilek, infeksi saluran pernapasan atas, dan alergi hidung dapat mempersempit saluran hidung dan untuk sementara membuat suara napas lebih keras saat tidur.

Perhatikan apakah dengkuran membaik setelah penyakit atau gejala pada hidung mereda. Jika dengkuran tetap berlanjut ketika anak dalam kondisi sehat, faktor lain seperti pembesaran amandel dan adenoid mungkin turut berperan.

Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat atau perawatan hidung kepada anak untuk mengatasi dengkuran yang terus-menerus.

3. Perhatikan Cara Anak Bernapas Saat Tidur

Mendengarkan suara dengkuran memang berguna, tetapi mengamati pernapasan anak dapat memberikan lebih banyak informasi.

Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Jeda dalam bernapas
  • Mendengus, tersedak, atau terengah-engah
  • Dada tampak tertarik ke dalam saat bernapas
  • Terus-menerus bernapas melalui mulut
  • Banyak berkeringat
  • Tidur gelisah atau sering terbangun
  • Tidur dengan leher terentang atau dalam posisi yang tidak biasa

Tanda-tanda ini tidak dapat memastikan adanya obstructive sleep apnoea. Namun, tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan bahwa anak harus bekerja lebih keras untuk bernapas saat tidur dan sebaiknya diperiksa oleh dokter.

4. Perhatikan Kondisi Anak di Siang Hari

Anak dengan tidur yang terganggu tidak selalu terlihat lelah. Sebagian anak menjadi mudah marah, lebih aktif dari biasanya, atau mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Perubahan lain yang mungkin terjadi meliputi:

  • Kesulitan bangun di pagi hari
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Mengantuk di siang hari
  • Perubahan suasana hati atau perilaku
  • Kesulitan berkonsentrasi atau mengikuti pelajaran di sekolah

Jika perubahan ini terjadi bersamaan dengan dengkuran yang rutin, kualitas tidur yang buruk mungkin memengaruhi kondisi anak di siang hari.

5. Catat Secara Singkat Apa yang Anda Amati

Dengkuran mungkin tidak terjadi saat pemeriksaan di klinik, sehingga pengamatan dari rumah dapat membantu.

Selama beberapa malam, catat:

  • Seberapa sering anak Anda mendengkur
  • Apakah anak sedang sakit atau mengalami gejala pada hidung
  • Apakah terdapat jeda dalam bernapas atau napas menjadi berat
  • Seberapa gelisah anak saat tidur
  • Apakah terdapat perubahan pada energi, suasana hati, atau kemampuan berkonsentrasi

Rekaman video atau audio singkat juga dapat membantu dokter memahami apa yang terjadi saat anak tidur. Namun, rekaman tersebut tidak dapat memastikan atau menyingkirkan adanya gangguan pernapasan terkait tidur.

6. Pahami Bahwa Pengobatan Bergantung pada Penyebabnya

Tidak semua anak yang mendengkur memerlukan pengobatan. Jika dengkuran disebabkan oleh pilek sementara atau hidung tersumbat, kondisi tersebut dapat membaik setelah anak pulih.

Jika dicurigai adanya obstructive sleep apnoea, pemeriksaan tidur semalam dapat membantu menilai pernapasan dan kualitas tidur anak, serta memastikan apakah sleep apnoea memang terjadi dan seberapa parah kondisinya.

Jika diperlukan, pengobatan bergantung pada penyebab penyempitan saluran napas. Pilihan penanganan dapat meliputi penanganan alergi pada hidung dan saluran napas, pengangkatan amandel dan adenoid yang membesar, menjaga berat badan yang sehat, terapi miofungsional, atau penggunaan tekanan saluran napas positif saat tidur.

Kapan Anda Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda:

  • Mendengkur dengan keras atau secara rutin
  • Tetap mendengkur setelah pilek atau gejala pada hidung telah sembuh
  • Terengah-engah, tersedak, atau tampak berhenti bernapas saat tidur
  • Tidur gelisah atau dalam posisi yang tidak biasa
  • Sering merasa lelah, mudah marah, atau lebih aktif dari biasanya pada siang hari
  • Mengalami perubahan dalam konsentrasi, perilaku, atau prestasi di sekolah
  • Mendengkur disertai pertumbuhan yang kurang optimal atau masalah kesehatan lainnya

Hubungi 995 untuk mendapatkan ambulans jika anak Anda mengalami kesulitan bernapas yang parah, bibir tampak membiru atau keabu-abuan, tidak merespons, atau sulit dibangunkan.

Sebagian besar kasus mendengkur sesekali bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, mengamati tidur dan perilaku anak di siang hari dapat membantu Anda mengenali kapan dengkuran perlu diperhatikan lebih lanjut. Dokter atau dokter spesialis anak dapat menilai kemungkinan penyebabnya dan memberikan saran apakah pemeriksaan lebih lanjut atau pengobatan diperlukan.

Buat Janji Temu