Demam merupakan gejala yang umum dialami anak dan hampir setiap orang tua akan menghadapinya pada suatu waktu. Demam menandakan bahwa tubuh sedang merespons sesuatu yang terjadi di dalam tubuh, paling sering berupa infeksi. Dalam banyak kasus, demam dapat membaik dengan sendirinya tanpa menimbulkan masalah yang serius.

Namun, sebagai orang tua, wajar jika Anda merasa khawatir ketika anak mengalami demam. Seberapa tinggi suhu yang dianggap berbahaya? Jika Anda masih ragu, panduan ini dapat membantu. Pelajari lebih lanjut tentang demam, kapan demam dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius, dan apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami demam.

Apa Itu Demam?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak meningkat di atas kisaran normal. Meskipun suhu tubuh normal setiap orang dapat sedikit berbeda, suhu di atas 37,5°C (diukur melalui ketiak atau telinga) atau 38°C (diukur melalui rektum) dianggap sebagai demam. Demam merupakan gejala yang umum pada berbagai penyakit, seperti infeksi virus (misalnya flu atau pilek), infeksi bakteri, bahkan dapat terjadi saat bayi sedang tumbuh gigi.

Demam memang dapat membuat anak merasa tidak nyaman, namun penting untuk diingat bahwa demam hanyalah sebuah gejala. Yang lebih penting adalah mencari penyebab demam tersebut, bukan hanya berfokus pada seberapa tinggi suhu tubuh anak.

Cara Mengukur Suhu Tubuh Anak

Mengukur suhu tubuh anak menggunakan termometer telinga

Cara paling mudah mengukur suhu tubuh anak berusia di atas 6 bulan adalah menggunakan termometer telinga (aural) atau termometer digital yang diletakkan di bawah ketiak (aksila).

Mengukur suhu tubuh bayi menggunakan termometer digital

Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, ukur suhu tubuh melalui ketiak menggunakan termometer digital. Meskipun pengukuran melalui mulut atau rektum lebih akurat, cara tersebut lebih sulit dilakukan. Anak berusia di atas 4 tahun umumnya sudah dapat bekerja sama untuk pengukuran menggunakan termometer digital yang diletakkan di bawah lidah.

Menggunakan termometer inframerah di dahi anak

Termometer inframerah yang digunakan di dahi kurang dapat diandalkan untuk mengukur suhu tubuh. Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang disertakan bersama termometer agar hasil pengukuran lebih akurat.

Penyebab Demam pada Anak

Demam pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:

  • Infeksi Virus: Merupakan penyebab demam yang paling sering pada anak, termasuk pilek, influenza, dan berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya.
  • Infeksi Bakteri: Lebih jarang dibandingkan infeksi virus, namun umumnya lebih serius. Contohnya meliputi infeksi telinga, infeksi saluran kemih (ISK), dan pneumonia.
  • Tumbuh Gigi: Bayi dapat mengalami demam ringan saat sedang tumbuh gigi, meskipun biasanya suhu tubuh hanya meningkat sedikit.
  • Vaksinasi: Sebagian anak dapat mengalami demam sementara setelah menerima vaksin, dan hal ini merupakan respons yang normal.

Selain itu, beberapa kondisi peradangan juga dapat menyebabkan demam, meskipun kasus seperti ini relatif lebih jarang terjadi.

Kapan Demam Perlu Diwaspadai?

Meskipun demam umumnya tidak berbahaya, penting bagi orang tua untuk mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis. Berikut beberapa panduannya:

Untuk Bayi Baru Lahir dan Bayi di Bawah Usia 3 Bulan:

  • Demam dengan suhu tubuh 38°C atau lebih merupakan kondisi yang serius. Jika bayi Anda mengalami demam, segera bawa ke Unit Gawat Darurat Anak karena hal tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi serius.

Untuk Anak yang Lebih Besar:

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh di atas 41°C dapat berbahaya dan memerlukan penanganan segera di Unit Gawat Darurat Anak. Demam yang sangat tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dehidrasi, atau komplikasi yang lebih serius.
  • Lama Demam: Jika demam berlangsung lebih dari 2–3 hari tanpa gejala lain, atau lebih dari 5 hari disertai gejala infeksi saluran pernapasan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Gejala Lain: Jika demam disertai gejala yang mengkhawatirkan seperti anak tampak sangat lemas, muncul ruam, kesulitan bernapas, sakit kepala hebat, muntah terus-menerus, atau sulit makan dan minum, segera cari pertolongan medis.

Segera Bawa Anak ke Unit Gawat Darurat Anak Jika:

  • Suhu tubuh mencapai lebih dari 41°C, atau 38°C pada bayi berusia di bawah 3 bulan.
  • Demam disertai sesak napas berat, muntah terus-menerus, atau kejang.
  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti sangat lemas, buang air kecil sangat sedikit, atau menangis tanpa mengeluarkan air mata.
  • Muncul ruam yang tampak tidak biasa dan menyebar dengan cepat.
  • Mengantuk berlebihan, bingung, tidak responsif, atau menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.

Tips Perawatan di Rumah

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu membuat si kecil merasa lebih nyaman saat mengalami demam di rumah:

  • Jaga suhu ruangan tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik: Ruangan yang sejuk dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak.
  • Kenakan pakaian yang ringan: Pakaikan anak pakaian yang nyaman dan tipis, serta hindari membungkusnya dengan pakaian atau selimut yang terlalu tebal.
  • Pastikan anak tetap terhidrasi: Demam dapat menyebabkan dehidrasi, jadi berikan anak cukup cairan untuk diminum.
  • Hindari memandikan dengan air dingin: Sebagian orang tua mungkin berpikir mandi air dingin dapat membantu menurunkan demam. Namun, hal ini justru dapat menyebabkan anak menggigil dan merasa tidak nyaman, sehingga suhu tubuh bisa meningkat. Jika ingin memandikan anak, gunakan air hangat suam-suam kuku.
  • Berikan obat penurun demam bila anak merasa tidak nyaman: Obat penurun demam dapat diberikan jika anak berusia lebih dari 3 bulan. Hindari memberikan aspirin kepada anak.

Kesimpulan

Demam merupakan kondisi yang umum terjadi pada anak. Kami berharap panduan ini dapat membantu Anda lebih memahami cara menangani dan merawat anak saat mengalami demam dalam berbagai situasi. Perlu diingat bahwa informasi ini hanya bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis dari tenaga kesehatan profesional. Jika Anda merasa ragu atau khawatir mengenai kondisi kesehatan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami di SBCC Baby and Child Clinic untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Kesehatan dan kesejahteraan anak selalu menjadi prioritas utama, dan berkonsultasi dengan dokter sejak dini dapat membantu memastikan mereka mendapatkan penanganan terbaik.

Buat Janji Temu